NO KNEAD BREAD (MEMBUAT ROTI TANPA DIULENI)



Bismillahirrohmanirrohim...
Kita bikin roti yuuk. Biasanya membuat roti identik dengan menguleni. Adonan roti perlu diuleni agar menjadi kalis dan elastis sehingga didapatkan roti yang empuk dan lembut. Kalau kita mempunyai bread maker atau mixer heavy duty, tentunya tidak perlu menguleni secara manual. Kalau gak punya...berarti harus menyingsingkan lengan baju untuk menguleni hehehe. Gerakan menguleni adonan roti mirip dengan gerakan mencuci baju manual, ada juga yang membanting-banting adonannya agar segera mendapatkan tekstur adonan yang kalis elastis. Jadi bikin roti itu tanpa bantuan mesin memang capek dan lama. Capek menguleni dan lama menunggu masa fermentasi.

Ternyata sekarang ini membuat roti tidak harus menguleni adonan. Cukup aduk-aduk adonan, tanpa harus dibanting-banting bisa juga jadi roti yang lembut. Ada beberapa resep roti tanpa diuleni dan aku sudah mencoba 2 resep. Hasilnya...not bad lah, enaak dan lembut kok. Resep yang akan diposting berikut ini adalah resep dari Sangjin Ko, master natural bread yang menetap di Korea. Beliau sudah menerbitkan buku yang sangat menarik, yaitu "Rahasia Membuat Roti Sehat & Lezat dengan Ragi Alami" dan juga "Membuat Sendiri Aneka Roti, Cookies & Kue Lezat 100% Tanpa Dioven". Tuuh...judulnya aja menarik kan. Monggo bisa hunting di toko buku yaa (promosiii).

Kembali ke no knead bread alias roti tanpa diuleni. Selain tanpa diuleni, roti ini juga tanpa telur. Aku membuat roti ini sebelum tidur lho hihihi. Sengaja dibuat malam karena pengennya sarapan keesokan harinya pakai roti ini. Start ngadon jam 10 malam, sekitar  jam 11 lebih adonan sudah masuk kulkas dan siap dioven keesokan paginya. Untuk hasil yang lebih lembut, adonan memang perlu disimpan di kulkas selama kurang lebih 5-6 jam atau semalaman. Kalau mau langsung dipanggang juga gak apa sih. Naah...ini dia tekstur roti tanpa diuleni yang kubuat. 




Keliatan banget kan lembutnya. Beneran deh...empuk dan lembut rotinya. Karena aku melanjutnkan mengolahnya selesai subuh, jadi udah gak kepikiran deh ya buat dibentuk macam-macam. Kembali ke selera awal...bikin roti sobek aja hihihi. Aslinya sih emang gak bakat bikin aneka bentuk roti yang cantik-cantik itu. Apalagi ini bikinnya subuh, ya udah deh dibuletin aja heuhehehe. Untuk isiannya aku pakai coklat, karena memang itu kesukaan anak-anak. Silahkan disesuaikan dengan selera yaa..

NO KNEAD BREAD

Bahan :
120 ml susu
100 ml air
40 gr gula pasir halus (bisa diblender dulu)
4 gr garam halus
6 gr ragi instan
260 gr tepung terigu protein tinggi
40 gr tepung terigu protein sedang
30 gr mentega cair

Isian :
sesuai selera, bisa coklat, aneka selai, keju atau daging

Olesan :
1 kuning telur + 1 sdm susu cair

Cara Membuat :
- Tuang susu dan air dalam mangkok, kemudian masukkan gula dan garam. Aduk hingga gula larut.
- Taburkan ragi instan pada mangkok tersebut dan diamkan 5 menit. Jika ragi sudah tercampur dengan air, aduk dengan sendok hingga larut.
- Masukkan campuran terigu yang sudah diayak, lalu aduk menggunakan sendok kayu hingga membentuk adonan yang kenyal.
- Masukkan mentega cair dan aduk hingga rata. Tekstur adonan akan basah dan lengket.
- Tutup mangkok dengan plastik wrap atau bisa juga menggunakan serbet bersih. Fermentasikan selama 20 menit.
- Setelah 20 menit, taburi tangan dengan tepung terigu dan kempiskan adonan. Balik adonan bagian bawah dan bentuk bulat. Fermentasikan lagi selama 20 menit. Ulangi proses fermentasi ini selama 3x.
- Setelah 3x proses fermentasi, adonan bisa disimpan di kulkas selama 5-6 jam atau semalaman. Kalau mau langsung dibentuk dan dioven juga bisa ya. 
- Keluarkan adonan dari kulkas, kempiskan dan dibagi menjadi beberapa bagian. Aku timbang @50 gr dan dibulatkan kembali. Diamkan selama 15 menit.
- Adonan siap diberi isian atau dibentuk sesuai selera. (aku buat roti sobek, jadi adonan dipipihkan, beri isian dan bulatkan kembali).
- Tata adonan di loyang yang sudah dioles margarin.
- Beri bahan olesan dan panggang suhu 190'C selama 15 menit.
- Setelah dikeluarkan dari oven, panas-panas oles dengan butter. Siap disajikan.





Sisa adonan aku taruh di cupcase dan diberi topping saus bolognese homemade serta keju mozarella. Enaak jadinya. Foto-fotonya seadanya aja ya, keburu dibuat sarapan nih. Roti sobeknya juga rada-rada brownie gitu atasnya alias terlalu coklat yaa hahahah. Maklum...kalau pagi kan ribet banget tuh, sampe lupa kalau lagi ngoven roti >_<
Cocok sekali dengan resep ini...bisa dikreasikan menjadi aneka bentuk roti sesuai selera yaa.
Selamat mencoba..


Me, just an ordinary mom. This is my little story from my kitchen. Simple recipe...simple cooking and baking ‘cause I’m only a beginner who want to share.

Bagikan Resep ini kepada orang terdekatmu

Related Posts

Previous
Next Post »

73 komentar

komentar
Wednesday, 26 March 2014 at 07:43:00 GMT+7 delete

Aku punya bukunya mbak, gretongan hehehe.
Pengen nyobain juga bikin roti sobek :D

Reply
avatar
Wednesday, 26 March 2014 at 08:39:00 GMT+7 delete

Mbak.. mentega cair maksudnya butter ya? Yg salted atau unsalted?

Reply
avatar
Wednesday, 26 March 2014 at 09:57:00 GMT+7 delete

mau nyobain, bikinnya simple dan terlihat empuk rotinya

Reply
avatar
Melia
Wednesday, 26 March 2014 at 11:10:00 GMT+7 delete

Duh, Mbak.. rotinya cantik banget. kebayang empuknya..
Itu kalo misal dikulkas lebih dr 6 jam bisa gak Mbak?

Reply
avatar
Wednesday, 26 March 2014 at 16:35:00 GMT+7 delete

Ivonie...ayoo dicobain resep2 kerennya Sangjin Ko. Ini kalau senggang mau nyobain lagi resep lainnya

Reply
avatar
Wednesday, 26 March 2014 at 16:35:00 GMT+7 delete

Yoanna...betul, butter. Saya pakai yang salted. Diganti margarin boleh juga

Reply
avatar
Wednesday, 26 March 2014 at 16:36:00 GMT+7 delete

Silahkan dicoba mbak Enny...semoga sesuai selera ya

Reply
avatar
Wednesday, 26 March 2014 at 16:36:00 GMT+7 delete

Melia...bisa dikulkasin semalaman mbak, wadahnya ditutup plastik wrap ya

Reply
avatar
Thursday, 27 March 2014 at 10:59:00 GMT+7 delete

assalamualaikum mbak Nina, udah lama gak nengok blog fav ku ini jadinya banyak resep yg aku ketinggalan.
Aku tuh baru minggu lalu bikin roti dan sampe nangis-nangis karena tanganku sakit abis ngulenin tapi hasilnya kurang oke (roti keras). Makanya dapat resep ini langsung semangat lagi bikin roti. Makasih ya mbak atas sharingnya ;)

Reply
avatar
novi ardani
Thursday, 27 March 2014 at 15:22:00 GMT+7 delete

Mbaaaa... cakep bener rotinya, itu pake oven apa ya? sy adanya otang, nnt permukaannya bisa coklat gitu ga ya kl pke otang?

Reply
avatar
Thursday, 27 March 2014 at 16:13:00 GMT+7 delete

Siang mba, ovenku cuma punya otang..gatau pengatur suhunya sudah rusak apa belum, tapi setiap manggang kue selalu stuck diangka 110drjt..kira2 bisa tetep untuk buat rotinya gak ya?

Reply
avatar
Thursday, 27 March 2014 at 21:05:00 GMT+7 delete

Waalaikumsalam wr wr mbak Devi
haloo mbak, ketemu lagi disini ya. Monggo dicobain mbak, ini tanpa pegel dan acara banting-banting hehehe

Reply
avatar
Thursday, 27 March 2014 at 21:07:00 GMT+7 delete

Saya pakai oven gas mbak Novi, tapi bisa juga kok pakai otang. Kalau malas nyalain oven gas, saya suka juga bikin roti pakai otang, bisa kecoklatan juga kok atasnya karena memang hanya memakai api bawah saja.

Reply
avatar
Thursday, 27 March 2014 at 21:09:00 GMT+7 delete

Mbak Dina...kalau api dibesarkan dan suhu tetap di 110'C berarti yang rusak termometer ovennya. Kalau ovennya selama ini masih panas berarti masih bisa dipakai,termasuk dipakai membuat cake atau roti ini mbak.Coba deh mbak, test ovennya, mulai dari api kecil sampai besar.

Reply
avatar
Anonymous
Friday, 28 March 2014 at 05:39:00 GMT+7 delete

Hai mba, pada saat adonan dipipihkan untuk kemudian diisi, itu keadaannya ms agak lengket2 ga ya? Thx Sondang

Reply
avatar
Saturday, 29 March 2014 at 09:22:00 GMT+7 delete

masih agak lengket, tapi dengan tangan dan rolling pin ditaburi terigu, adonannya mudah dibentuk kok

Reply
avatar
andrianykh
Sunday, 30 March 2014 at 21:47:00 GMT+7 delete

sy sdh coba rotix...hmmmmm lembuuuut ...thx resepnya mbak.. sdh dpt resep maknyus tanpa harus keringatan ngulenin roti...

Reply
avatar
Thursday, 3 April 2014 at 22:49:00 GMT+7 delete

waaah...terima kasih sudah mencoba resepnya ya mbak. Saya juga suka dengan resep ini

Reply
avatar
Saturday, 12 April 2014 at 16:31:00 GMT+7 delete

Tadi malam saya sudah mencobanya Mbak, mohon ijin ngelink resepnya mbak nina di Blog saya ya... makasih :)

Reply
avatar
lisa
Sunday, 13 April 2014 at 09:38:00 GMT+7 delete

Mbak..kl utk isian coklatnya, biasanya pake apa ya? Thx mbak..

Reply
avatar
Monday, 14 April 2014 at 23:59:00 GMT+7 delete

Mbak Lisa...saya biasanya pakai meises atau coklat blok yang dicincang halus atau bisa juga pakai selai coklat siap pakai (misal Nutella).

Reply
avatar
Monday, 21 April 2014 at 11:23:00 GMT+7 delete

Mengulanginya harus 3x ya mbak? kalau sekali g bisa? Trims

Reply
avatar
Monday, 21 April 2014 at 23:11:00 GMT+7 delete

bisa 1x, tapi didiamkan agak lama ya, sekitar 3 jam.

Reply
avatar
Anonymous
Thursday, 24 April 2014 at 12:41:00 GMT+7 delete

mbak ini resepnya sama aja kan kalau mau bikin roti tawar? atau beda?

Reply
avatar
Thursday, 24 April 2014 at 22:59:00 GMT+7 delete

beda kalau untuk roti tawar, karna roti tawar butuh roti yang lebih kokoh. In sha Allah nanti diposting juga ya tentang pembuatan roti tawar homemade

Reply
avatar
Monday, 5 May 2014 at 08:43:00 GMT+7 delete

Hai Mbak Nina, I've just tried Your recipe last night (have it baked this morning), it turns out amazing. Previously me and my partner losing trust on no kneading bread, tried it several times but the result is stone-like bread.

This is one is moist and soft inside-out.

Thank You

Reply
avatar
Monday, 5 May 2014 at 22:15:00 GMT+7 delete

dear Vira...thank you for your review. I'm so happy to hear that.
I like this recipe, 'cause no need to mixer, no need bread maker dan of course no knead hahaha. And I like the result, moist and soft.
Thanks again Vira

Reply
avatar
Tuesday, 6 May 2014 at 11:56:00 GMT+7 delete

mba nina,,saya Ayu, saya penggemar berat blog nya nih..

uda lama nih jadi silence reader blog mba nina..hihihi..

mba,, klo susunya susu formula batita yg soya bisa ga ya?
anakku alergi susu sapi soalnya.

makasi mba..

Reply
avatar
Wednesday, 7 May 2014 at 05:21:00 GMT+7 delete

bisa banget mbak Ayu kalau mau pakai susu formula soya

Reply
avatar
Wednesday, 24 September 2014 at 12:02:00 GMT+7 delete

salam kenal mbak nina...
makasiiih banged info rotinya.. jadi semangat bikin roti gak pake pegel :D
btw, pada bahan ada tertulis susu... itu susu bubuk atau susu cair ya ?

Reply
avatar
Tuesday, 30 September 2014 at 23:42:00 GMT+7 delete

salam kenal mbak Apri, karena satuannya ml brarti susu cair mbak

Reply
avatar
Thursday, 9 October 2014 at 22:22:00 GMT+7 delete

Hallo mbak Nina :) Salam kenal ya mbak. Sy baru menemukan blog mbak, & suka dg isinya ^_^ Ini adalah resep pertama yg ingin sy coba. Kalau berhasil senang sekali rasanya, karena selama ini sy belum pernah berhasil membuat roti 1 x pun . Tp sebelumnya ada yg ingin sy tanyakan mbak:

1. Fermentasi selama 20 menit itu bisa mencapai pengembangan berapa kalinya kah? Karena sy tinggal di kota yg dingin jd sy tdk pernah berpatokan pada waktu, tp dr penampakan adonan. Takutnya waktu fermentasi yg dibutuhkan berbeda2 tiap tempat tergantung suhunya
2. Setelah adonan diisi apakah tdk perlu didiamkan lg? Karena di resep tertulis setelah diisi langsung panggang. Kalau perlu didiamkan, kira2 sampai pengembangan berapa kali nya kah?
3. Adonan ini apakah dapat dikukus (menjadi bakpau) & digoreng (menjadi roti goreng) mbak?

Terimakasih banyak sebelumnya ya mbak ^_^ Sukses selalu utk blog & bisnis kuenya......

Reply
avatar
Wednesday, 15 October 2014 at 21:14:00 GMT+7 delete

Salam kenal Priscilla...sorry ya baru respon

1. Setelah didiamkan 20 menit, adonan terlihat mengembang, tapi belum terlalu besar, jadi tidak sampai 2x nya ya, jadi saya tidak bisa menjawab terlihat mengembang sampai berapa kali. Trik fermentasi roti di suhu dingin : Masukkan adonan roti ke dalam oven tanpa dinyalakan apinya. Letakkan adonan di rak atas, dan letakkan wadah berisi air hangat di rak bawah, tepat di bawah adonan roti. Ini untuk membantu proses fermentasi.

2. Bisa langsung dipanggang karena sudah mengalami proses fermentasi yang panjang. Kalau mau didiamkan lagi, cukup 10 menit

3. Bisa dibuat roti goreng, untuk bakpao saya belum mencobanya

Semoga membantu ya mbak

Reply
avatar
Wednesday, 22 October 2014 at 13:05:00 GMT+7 delete

mbak,, klo mau disimpan dikulkas itu di bagian bawah atau atas (freezer) nggih.... ??????
Trmksh...

Reply
avatar
Thursday, 23 October 2014 at 09:48:00 GMT+7 delete

Halo mba nina..aku udah coba resepnya ok bgt! asli gampang bikinnya n hasilnya empuk. TFS ya mba :)
aku minta izin ngelink blog ini jg ya mba di blog ku. Trims

Reply
avatar
Monday, 27 October 2014 at 23:14:00 GMT+7 delete

Halo ibu imel...sama-sama mbak, silahkan diposting di blog. Btw...blognya keren lho mbak ^^

Reply
avatar
Cici
Thursday, 1 January 2015 at 17:34:00 GMT+7 delete

Assalamualaikum Mbak Nina...
Mau tanya, misalkan saya pakai tepung terigunya yang protein tinggi aja, nggak dicampur dengan yang protein sedang, hasilnya bakal beda nggak ya? Di rumah cuma ada yang itu soalnya...

Reply
avatar
Saturday, 3 January 2015 at 11:14:00 GMT+7 delete

Waalaikumsalam mbak Cici, gpp kalau pakai full protein tinggi, kalau dimix protein sedang memang teksturnya bisa lebih lembut

Reply
avatar
Tuesday, 13 January 2015 at 10:45:00 GMT+7 delete

Hai mbak..mampir sini rekomendasi sahabat saya. Katanya no knead resepnya lembut (dia goreng bukan di-oven). Mau tanya mbak, saya hitung berarti proses fermentasi 20 menit ini dilakukan 5 kali ya totalnya? Atau hanya 3 kali? Terima kasih sebelumnya.

Reply
avatar
Wednesday, 14 January 2015 at 21:51:00 GMT+7 delete

Halo mbak...fermentasi 20 menit sebanyak 3x ya

Reply
avatar
Friday, 6 February 2015 at 13:47:00 GMT+7 delete

Assalamualaikum mbak nina, makasi ya resep rotinya mudah dan enak. Aku belum pernah baking roti, belum pernah menyentuh oven yang uda beli hampir setahun lebih. Tapi hari ini coba bikin dan hasilnya memuaskan meski tampilannya ga secantik punya mbak Nina. Resep ini sering dipraktekkan temenku namanya dr. Vina. Trus pas bikin ya aku diajarin sama dia. Hehehe..
Rasanya enak dan dipuji suami serta anak-anak. Aku ijin nge-share resep ini dan nge-link di blog-ku ya mbak. Sekali lagi makasiii buanyaak..

www.ceritamamipia.blogspot.com

Reply
avatar
Friday, 6 February 2015 at 15:02:00 GMT+7 delete

Oiya mbak.. Lupa mau tanya. Kalo mau bikin roti coklat, perbandingan tepungnya dan coklat bubuk gimana? Makasi mbak ;)

Reply
avatar
Tuesday, 10 February 2015 at 21:13:00 GMT+7 delete

Waalaikumsalam mbak Yossi...maaf baru saya reply sekarang komennya. Sudah saya balas lewat inbox ya mbak. Makasih banyak sudah berkunjung ke blog saya. Sukses selalu ya mbak

Reply
avatar
Monday, 16 February 2015 at 14:58:00 GMT+7 delete

Jadi resep favorit mbak karena sering bikin. Pernah sekali waktu saya bikin pagi. Tapi abis fermentasi terakhir, lupa. akhirnya keterusan ngembang sampe sore. Pas di oven hasilnya bantet dan agak asem. Hahaha...

Makasi sekali lagi pokonya.

Reply
avatar
Thursday, 7 May 2015 at 09:00:00 GMT+7 delete This comment has been removed by the author.
avatar
Thursday, 7 May 2015 at 11:28:00 GMT+7 delete

Mba Nina saya pengemar baru blog mba.. Salam kenal mba.. Saya uda coba resep no knead bread ini,tadi pagi saya oven pake oven tangkring 15 menit.. Trus kata agak lengket di gigi,apa yg salah ya mba? trus saya pake susu suhu ruang,setelah fermentasi pagi nya ngak kembang besar sekali mba,apa memang begitu? saya buat roti sobek kayak mba,enak sih mba lembut, apalg makan masi hangat2 sama kopi.. hahahah mba di tggu balasan nya ya.. terima kasih..

Reply
avatar
Tuesday, 26 May 2015 at 15:21:00 GMT+7 delete

wah, baru tahu ada resep roti tanpa pegel 😮. laporan dulu, tadi udah nyoba resep potato bread, hingga lecet lecet tangannya, untunglah terbayarkan dengan si roti yang menul menul dan empuk banget. anak anak juga langsung comot comot begitu keluar dari oven, isian coklat dan kejunya bahkan masih panas dan meleleh, tapi bukan halangan buat ngabisin. ini pertama kali saya bikin roti lho Mbak.
eh, lagi istirahat siang sambil pencet pencet hp, nemu postingan mbak nina tentang roti tanpa diuleni. wah kayaknya harus langsung bikin nih, penasaran, apa tangan ini bisa menghasilkan roti seperti yang ada digambar? soalnya, tangan ini ahli bikin yang bantat bantat tok... Doain ya, Mbak?, udah kayak mau maju perang aja.

Reply
avatar
Tuesday, 26 May 2015 at 20:52:00 GMT+7 delete

Dear mbak Fina...maafkan kalo telat banget jawabnya, komennya ketumpuk ama komen yang lain. Maafkan ya mbak. Lengket di gigi? apa karena kurang matang ya mbak, hiiks saya juga gak mudeng roti yang lengket di gigi

Reply
avatar
Tuesday, 26 May 2015 at 20:53:00 GMT+7 delete

Halooo Inge...bener gak nih namanya Inge hehehe.
Kalau roti kentang mah emang lembuuut banget ya, terbayar deh kerja keras nguleni dengan hasilnya. Kalau roti tanpa diuleni ini lembut juga sih, cuma memang lebih lembut potato bread. Hayuuk cobain, moga-moga sukses yaa...kutunggu reviewnya yaa

Reply
avatar
Friday, 29 May 2015 at 20:04:00 GMT+7 delete

Halo mba, salam kenal ya..saya tertarik dg saus bolognese homemade nya, berkenankah berbagi resep nya? Terimakasih

Reply
avatar
Wednesday, 10 June 2015 at 09:26:00 GMT+7 delete

Mbak nina, aku mau nanya, klw adonan dimasukkan di kulkas, sdh melewati permenatsi 3 x , dikempiskan lgi y, trs bru msuk kulkas, dan cara ny apakah kyk roti biasa, dimasukkan dalam kantong plastik,,,
Mohon info ny mbak,,,,

Reply
avatar
Thursday, 11 June 2015 at 20:36:00 GMT+7 delete

Anita...resep saus bolognese sudah beberapa kali saya posting ya, silahkan bisa dilihat di postingan pasta. Terima kasih

Reply
avatar
Thursday, 11 June 2015 at 20:36:00 GMT+7 delete

Iya mbak Putri...sama aja kaya bikin roti biasa

Reply
avatar
Thursday, 18 June 2015 at 15:12:00 GMT+7 delete

http://resepmamah.com/resep-cara-membuat-kue-kering-coklat-spesial-lebaran/

Reply
avatar
Friday, 26 June 2015 at 22:02:00 GMT+7 delete

Mbaaa malam ini aku praktekin nii,, kl berhasil ku tag yaaaa,, makasih banyaaakkk ini resepnyaaaa

Reply
avatar
Tuesday, 7 July 2015 at 07:12:00 GMT+7 delete

Mbk,makasih byk ya resepnya.udah sy coba,pokok nya top markotop dah :-D. empukkkkk..nyam..nyam..nyam.anakku suka bgt,apalg isinya keju leleh,tambah meleleh deh mknnya hehehe.

Reply
avatar
Anonymous
Thursday, 9 July 2015 at 20:13:00 GMT+7 delete

Mba nina resepnya sudah tak coba n sukaaaaaa banget..anak ku udah request buat nanti bawa bekal ke sekolah Thanks resepnyaaaa.....maya

Reply
avatar
Anonymous
Sunday, 30 August 2015 at 21:45:00 GMT+7 delete

enyakkkk empuk rotinya, saya isi dcc tp pas rotinya dingin dccnya kok jd keras yaa?

Reply
avatar
Sunday, 11 October 2015 at 12:39:00 GMT+7 delete

Salam kenal mbak..boleh sharing g klo aku mau buat seperti ini pake gandum komposisi tepungnya berapa ya?tx b4..have a good day

Reply
avatar
Anonymous
Wednesday, 4 November 2015 at 09:18:00 GMT+7 delete

Salam kenal, Bun.
rotinya menggunakan susu cair dan air yg hangat atau suhu biasa, Bun?
semalam sy praktekin menggunakan air hangat(ga pake susu), hasil tekstur dalamnya ga sebagus bikinan bunda. dan rasanya sedikit berasa asam gitu. kenapa ya, Bun?

Salam,
ani

Reply
avatar
Anonymous
Monday, 23 November 2015 at 16:58:00 GMT+7 delete

sore Bun,
mau tanya untuk pengolesan sebelum roti di panggang kok rotinya jadi kempes ya?
mohon pencerahannya terimakasih

salam
endra

Reply
avatar
Tuesday, 24 November 2015 at 14:11:00 GMT+7 delete

Wah kenapa ya kok kempes setelah dioles, saya belum pernah ngalamin gitu. Apa olesannya kebanyakan dan terlalu ditekan ya?

Reply
avatar
Tuesday, 24 November 2015 at 17:34:00 GMT+7 delete

Wah kenapa ya kok kempes setelah dioles, saya belum pernah ngalamin gitu. Apa olesannya kebanyakan dan terlalu ditekan ya?

Reply
avatar
Anonymous
Thursday, 17 December 2015 at 16:11:00 GMT+7 delete

Itu karena kelamaan proofing mbak..adonan yg pas untuk di oven kalo disentuh masih membal(balik lagi) ....biasanya kalo ygvover proof gitu kalo dioven ngembang,,tapi begitu keluar oven,langsung kempes,,Maaf ya nyamber

Neny

Reply
avatar
Wednesday, 20 January 2016 at 16:23:00 GMT+7 delete

hellow bun, aq mau ucapin terima kasih buat resepnya. udah aq coba resep rotinya, bikinnya mudah walaupun bentuknya belum secantik roti buatan bunda nina,tp rasanya enak, lembut, manisnya pas dan yang pasti suamiku suka banget karena memang suamiku suka ngemil, jd aq selalu cari resep2 simple dan tdk merefotkan :)

Reply
avatar
Wednesday, 20 July 2016 at 08:33:00 GMT+7 delete

halloo mba nina, udah nyobain resepnya..sukaaa..moist..dan ga pke telur d adonan, happyyyy..thankyouuu

Reply
avatar
Monday, 12 September 2016 at 08:34:00 GMT+7 delete

Mba nina..aku mau share.ceritanya aku pingin bgt bikin roti tapi aku ga punya mixer roti. Isenglah search no kneed bread. Jalan jalan diweb mba nina ada resep ini. Tak amat amati. Terus beberapa hari kemuadian baru bisa eksekusi. Eh berhasil ngembang menul2 beraerat bagus banget dan ga asem�������� terima kasih banyak mba nina untuk resep dan penjelasannya

Reply
avatar
Wednesday, 18 January 2017 at 04:38:00 GMT+7 delete

Mbak nina salam kenal, saya juga baru belajar ngeblog mbak. Saya juga suka banget masak. Dan resep roti ini saya cocok banget. Izin share di blog saya ya mbak. Terima kasih banyak sudah menginspirasi.

Reply
avatar
Friday, 17 February 2017 at 22:05:00 GMT+7 delete

Salam kenal mbak.. sy bru coba resep ini..biasanya sy kl bikin roti pake resep killer soft bread.. pengen tau bgmn beda antara keduanya. Besok baru dipanggang.. oya, td sewaktu proofing tercium aroma ragi yang kuat. Kalau misalnya raginya dikurangi setengahnya bgmn ya? Apa ns sebagus dan seempuk yg diresep? Thk

Reply
avatar